Kesalahan menggunakan APAR yang paling umum adalah salah memilih media pemadam, mengarahkan semprotan ke lidah api, berdiri terlalu dekat atau jauh, melawan arah angin, dan terlambat mengevakuasi diri. Menghindarinya menentukan apakah api padam atau justru membesar.
Banyak perusahaan sudah memasang APAR, tetapi karyawannya belum terlatih memakainya dengan benar. Akibatnya, alat yang mahal gagal berfungsi saat kebakaran awal terjadi.
Mengapa Penggunaan APAR yang Benar Itu Penting
Kebakaran pada tahap awal biasanya bisa dipadamkan dalam hitungan detik hingga satu-dua menit. Setelah itu, api berkembang cepat dan APAR tidak lagi memadai.
Karena waktu sangat terbatas, setiap tindakan yang keliru dapat memperkecil peluang keberhasilan. Pelatihan rutin bagi karyawan sama pentingnya dengan pengadaan alatnya.
Prinsip dasar pemadaman api dan klasifikasi kebakaran dapat Anda pelajari lebih lanjut pada artikel Wikipedia tentang alat pemadam api ringan.
Salah Pilih Media APAR terhadap Kelas Api
Ini adalah kesalahan paling berbahaya. Setiap kelas api memerlukan media pemadam yang sesuai.
Menyemprot air pada kebakaran listrik berisiko menyebabkan sengatan. Menyemprot air pada minyak panas dapat memicu percikan dan memperluas api.
| Kelas Api | Jenis Bahan Terbakar | Media APAR yang Sesuai | Media yang Dilarang |
|---|---|---|---|
| Kelas A | Kayu, kertas, kain, plastik | Powder ABC, air, busa | – |
| Kelas B | Bensin, solar, cat, pelarut | Powder ABC, CO2, busa | Air |
| Kelas C | Peralatan listrik bertegangan | CO2, powder ABC | Air, busa |
| Kelas D | Logam mudah terbakar | Powder khusus logam | Air, CO2 |
| Kelas K | Minyak dan lemak dapur | Wet chemical | Air |
Pastikan label pada tabung sesuai dengan risiko di area Anda. Untuk kebutuhan industri, Anda dapat mempertimbangkan tabung pemadam api Thermatic Prolix yang tersedia dalam beberapa pilihan media.
Teknik PASS yang Benar dan Kekeliruannya
Teknik PASS adalah metode standar penggunaan APAR. Singkatan ini mudah diingat, tetapi sering dipraktikkan dengan keliru saat panik.
Langkah PASS yang Benar Agar Tidak Terjadi Kesalahan Menggunakan APAR
Berikut urutan yang tepat:
- Pull: tarik pin pengaman pada tuas.
- Aim: arahkan nozzle ke pangkal api, bukan ke nyala atau lidah api.
- Squeeze: tekan tuas dengan mantap.
- Sweep: sapukan semprotan ke kiri dan kanan di sepanjang pangkal api.
Teruskan menyapu sampai api benar-benar padam. Tetap waspada karena api dapat menyala kembali.
Kekeliruan Umum pada Setiap Langkah PASS
Kekeliruan paling sering adalah menyemprot ke lidah api. Cara ini hanya mengenai nyala, sementara bahan bakar di pangkal terus terbakar.
Kekeliruan lain adalah lupa menarik pin, menekan tuas terputus-putus, atau berhenti menyapu terlalu cepat. Latihan simulasi berkala membantu membentuk kebiasaan yang benar.
Jarak, Arah Angin, dan Kesiapan Alat
Faktor posisi dan kondisi alat sama menentukannya dengan teknik semprotan. Banyak kegagalan justru berasal dari hal sepele ini.
Jarak terlalu dekat atau terlalu jauh. Terlalu dekat membuat tekanan semprotan menyebarkan api dan membahayakan operator. Terlalu jauh membuat media tidak mencapai sasaran. Umumnya, jarak aman sekitar dua hingga tiga meter, sesuai petunjuk pada label tabung.
Melawan arah angin. Berdirilah membelakangi angin atau arah ventilasi. Dengan begitu, serbuk pemadam menuju api, bukan kembali ke wajah Anda.
Lupa memeriksa pressure gauge dan segel. Jarum penunjuk harus berada di zona hijau. Segel dan pin yang rusak menandakan tabung pernah dipakai atau dirusak, sehingga perlu diperiksa ulang.
Terlambat mengevakuasi diri. Jika api membesar, asap pekat mulai memenuhi ruangan, atau tabung habis, segera tinggalkan lokasi. Keselamatan jiwa selalu lebih penting daripada menyelamatkan aset.
Untuk perawatan, isi ulang, dan pengadaan berkala, perusahaan Anda juga dapat berkonsultasi dengan mitra kami di Pabrik Tabung APAR, sister company PT Citra Trinindo Indonesia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa kesalahan menggunakan APAR yang paling fatal?
Kesalahan paling fatal adalah salah memilih media pemadam terhadap kelas api. Contohnya memakai air pada kebakaran listrik atau minyak, yang dapat memperparah situasi.
Ke mana APAR harus diarahkan saat memadamkan api?
Arahkan ke pangkal api, yaitu bahan bakar yang sedang terbakar. Menyemprot ke lidah api tidak efektif karena sumber panas tetap aktif.
Berapa jarak aman saat memakai APAR?
Jarak aman umumnya dua hingga tiga meter, tergantung jenis dan kapasitas tabung. Selalu ikuti petunjuk pada label produsen.
Kapan harus berhenti memadamkan dan mengevakuasi diri?
Segera evakuasi bila api meluas, asap menebal, jalur keluar terancam, atau isi tabung habis. Jangan mengambil risiko demi memadamkan api yang sudah tidak terkendali.
Memahami kesalahan menggunakan APAR dan melatih karyawan secara rutin adalah investasi keselamatan yang sangat berharga. Hubungi tim PT Citra Trinindo Indonesia untuk konsultasi pemilihan APAR yang sesuai dengan risiko kebakaran di fasilitas Anda.
Direvisi oleh adminDG